Selasa, 10 Mei 2016

uts psikodiagnostik



 UTS PSIKODIAGNOSTIK
Wawancara




                                                     Disusun oleh :
R.Tubagus Rifki P.


Program Studi Psikologi
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS ISLAM ’45 BEKASI
Tahun 2016





1.      Jelaskan secara singkat tahapan/proses ketika anda menyusun daftar pertanyaan untuk melakukan wawancara secara terstruktur dengan tujuan menggali motivasi belajar Anak?

Jawaban :

Langkah-langkah dalam Wawancara terstruktur

1.      Menentukan topik wawancara
Dalam melakukan wawancara terhadap motivasi belajar anak harus terlebih dahulu menentukan tujuan agar tidak keluar topik dalam proses wawancara.

2.      Menentukan Nasarumber/responden.
Dalam melakukan wawancara terhadap motivasi belajar anak maka objek pewancancara ialah anak. Dan harus seizin dan sepengetahuan orang tuanya anak.

3.      Menyusun daftar pertanyaan (dengan memperhatikan kelengkapan isi (5W + 1H) )
Dalam melakukan wawancara hal terpenting ialah menyusun dan menyiapkan daftar pertanyaan denga tujuan menggali informasi seakurat mungkin dan tidak keluar dari topik.

4.      Melakukan wawancara dengan bahasa yang santun, baik, dan benar.
Dalam melakukan wawancara terhadap anak maka diperlukan bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami anak.

5.      Mencatat pokok-pokok informasi berdasarkan jawaban narasumber. (Dapat menggunakan alat perekam sebagai alat bantu).
Dalam melakukan wawancara terhadap anak. Dalam melakukan rangakaian proses tahapan wawancara jawaban-jawaban nasumber perlu di catat.

6.      Menulis laporan hasil wawancara.
Dalam melakukan wawancara terhadap anak. Hasil akhir dari melakukan wawancara ialah menulis laporan hasil wawancara dengan menulis laporan tersebut maka proses wawancara terhadap anak di nyatakan selesai.






2.      Buat daftar pertanyaan untuk melakukan wawancara dengan tujuan :
a.       Rekruitmen pegawai (kasir) pasar swalayan
b.      Anak jalanan
Jawaban :

a.       Rekruitmen pegawai (kasir) pasar swalayan

A.    Definisi Rekrutmen
Menurut Henry Simamora (1997:212) Rekrutmen (Recruitment) adalah serangkaian aktivitas mencari dan memikat pelamar kerja dengan motivasi, kemampuan, keahlian, dan pengetahuan yang diperlukan guna menutupi kekurangan yang diidentifikasi dalam perencanaan kepegawaian.
 
B.     TEORI PENGERTIAN KASIR
Kasir adalah seseorang yang bisa mengoperasikan seperangkat komputer yang di tujukan untuk menunjang sebuah transaksi penjualan. ada istilah kasir dan ada juga istilah kassa keduanya mempunyai perbedaan dari pungsionalnya kalo kasir itu adalah orangnya / user, sedangkan kassa adalah tempatnya. Profesi kasir adalah seseorang yang pekerjaannya menerima uang pembayaran saat  pembelian produk barang atau jasa dan melakukan pengembalian uang sisa pembayaran, sekaligus menyerahkan produk barang atau jasa kepada pelanggan (customer) di loket-loket kasir di suatu toko, super market, mini market, hotel, mall, restoran, rumah sakit, ataupun departement store. Selain itu, tugas kasir juga melakukan penghitungan jumlah total  penjualan per hari, per minggu, ataupun per bulan serta mengenali barang yang paling laris terjual.
a.       Tugas dan Tanggung Jawab Kasir :
1.      Menjalankan proses penjualan dan pembayaran  
2.      Melakukan pencatatan atas semua transaksi  
3.      Membantu pelanggan dalam memberikan informasi mengenai suatu produk  
4.      Melakukan proses transaksi pelayanan jual beli serta melakukan pembungkusan. 
5.      Melakukan pengecekan atas jumlah barang pada saat penerimaan barang.
6.      Melakukan pencatatan kas fisik serta melakukan pelaporan kepada atasan.  
7.      Melakukan pengecekan atas stok bulanan


b.       Kewajiban Khusus
Melakukan penghitungan secara teliti agar tidak terjadi selisih antara produk dan uang yang ada dengan laporan yang dibuat.
·         Melakukan pembukuan dengan baik dan benar
·         Mampu berkomunikasi dengan baik dan benar  
·         Terampil dalam melayani konsumen
·         Jujur dan andal, tepat, jujur
·         Keterampilan dalam berkomunikasi

C.    Indikator Rekrutmen Pegawai (Kasir)
Indikator rekrutmen Pegawai (Kasir) yang dijelaskan oleh teori pengertian kasir dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

·         Mampu menjalankan proses penjualan dan pembayaran
·         Mampu melakukan pencatatan atas semua transaksi
·         Mampu membantu pelanggan dalam memberikan informasi mengenai suatu produk
·         Mampu melakukan proses transaksi pelayanan jual beli serta melakukan pembungkusan
·         Mampu melakukan pengecekan atas jumlah barang pada saat penerimaan barang
·         Mampu melakukan pencatatan kas fisik serta melakukan pelaporan kepada atasan
·         Mampu melakukan pengecekan atas stok bulanan

Daftar Pertanyaan
NO.
INDIKATOR
PERTANYAAN
1
Riwayat hidup / identitas siswa
·         Siapa nama lengkap kamu ?
·         Di mana asal sekolah kamu ?
·         Apa jurusan kamu ?
·         Pernah berpengalaman menjadi kasir ?
·         Pernah bekerja di mana ?
·         Punya sertifikat pendukung apa ?
·         Apa keahlian kamu yang kamu kuasai ?


2
Mampu menjalankan proses penjualan dan pembayaran


·         Apa kamu punya skill menjual suatu barang kepada konsumen ?
·         Apa kamu bisa mengoperasikan komputer untuk melakukan pembayaran kepada pelanggan ?
·         Apa kamu bisa menarik pelanggan untuk membeli produk kita ? kalau bisa, tolong jelaskan bagaimana menarik konsumen
 ?
·         Apa kamu memiliki pengetahuan yang cukup terhadap barang kita, untuk menawarkan ke para konsumen ?

3
Mampu melakukan pencatatan atas semua transaksi

·         Apa kamu bisa melakukan pencatatan dengan baik di buku maupun di komputer ?
·         Apa kamu memiliki ketelitian dan kosentrasi tinggi terhadap pencatatan?
·         Apa kamu bisa bertanggung jawab atas semua pencatatan transaksi perusahaan kita ?

4
Mampu membantu pelanggan dalam memberikan informasi mengenai suatu produk

·         Apa kamu memiliki komunikasi yang baik ?
·         Apa kamu bisa mambantu konsumen untuk menjelaskan suatu produk kita dengan baik ?
·         Apa kamu bisa menjelaskan kelebihan dan kekurangan produk dari perusahaan kita? Kalau bisa, tolong contohkan kepada saya bagaimana menjelaskannya?

5
Mampu melakukan proses transaksi pelayanan jual beli serta melakukan pembungkusan

·         Apa kamu bisa melayani konsumen dengan baik ketika bertransaksi ?
·         Apa kamu dapat melakukan pembungkusan produk dengan rapi dan menarik di setiap transaksi ?


6
Mampu melakukan pengecekan atas jumlah barang pada saat penerimaan barang
·         Apa kamu sanggup dan teliti terhadap pengecekan sejumlah barang ?
·         Apa kamu bisa tetap berkonsentrasi dalam mengecek barang jika datang penerimaan barang ke perusahaan kita ?

7
Mampu melakukan pencatatan kas fisik serta melakukan pelaporan kepada atasan

·         Apa kamu bisa melakukan pencatataan kas fisik dengan baik ?
·         Apa kamu dapat berkomunikasi dengan baik terhadap laporan yang akan kamu sampaikan ke pihak atasan kamu nanti ?

8   
Mampu melakukan pengecekan atas stok bulanan

·         Apa kamu bisa melalukan pengecekan barang atas stok bulanan di gudang perusahaan kita ?
·         Apa kamu dapat melakukan pengecekan barang dengan baik di setiap bulannya ?














b.      Anak jalanan

A.    LANDASAN TEORI  Anak Jalanan
Keberadaan anak jalanan sudah lazim kelihatan pada kota - kota besar di  Indonesia. Kepekaan masyarakat kepada mereka nampaknya tidak begitu tajam. Padahal Anak merupakan karunia Ilahi dan amanah yang dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia yang harus dijunjung tinggi. Hak asasi anak  merupakan bagian dari hak asasi manusia sebagaimana yang tercantum dalam UUD  1945, UU No.39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, dan Keputusan Presiden  Republik Indonesia Nomor 36 tahun 1990 tentang pengesahan Convention on the right of the child (Konvensi tentang Hak-hak Anak)



B.     Definisi Anak Jalanan
Departemen sosial RI mendefinisikan anak jalanan adalah anak yang sebagian besar menghabiskan waktunya untuk mencari nafkah, berkeliaran dijalanan atau tempat-tempat umum lainnya. UNICEF memberikan batasan tentang anak jalanan, yaitu anak-anak berumur dibawah 16 tahun yang sudah melepaskan diri dari keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat terdekatnya, larut dalam kehidupan yang berpindah-pindah dijalan raya (H.A Soedijar, 1988). Wikipedia mengelompokkan anak jalanan berdasarkan hubungan mereka dengan keluarga, yaitu children on the street dan children of the street. Pada perkembangannya terdapat penambahan kategori anak jalanan, yaitu children in the street atau sering disebut juga children from families of the street. Children on the street adalah anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan yang masih memiliki hubungan dengan keluarga. Ada dua kelompok anak jalanan dalam kategori ini, yaitu anak-anak yang tinggal bersama orangtuanya dan senantiasa pulang ke rumah setiap hari, dan anak-anak yang melakukan kegiatan ekonomi dan tinggal di jalanan tetapi masih mempertahankan hubungan dengan keluarga dengan cara pulang baik berkala ataupun dengan jadwal yang tidak rutin. Children of the street adalah anak-anak yang menghabiskan seluruh atau sebagian besar waktunya di jalanan dan tidak memiliki hubungan atau ia memutuskan hubungan dengan orangtua atau keluarganya. Children in the street atau children from the families of the street adalah anak-anak yang menghabiskan seluruh waktunya di jalanan yang berasal dari keluarga yang hidup atau tinggalnya juga di jalanan. Sedangkan menurut Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (1999) anak jalanan dibedakan menjadi 4 kelompok, yaitu :
1. Anak-anak yang tidak berhubungan lagi dengan orang tuanya (children of the street). Mereka tinggal 24 jam di jalanan dan menggunakan semua fasilitas jalanan sebagai ruang hidupnya. Hubungan dengan keluarga sudah terputus. Kelompok anak ini disebabkan oleh factor social psikologis keluarga, mereka mengalami kekerasan, penolakan, penyiksaan dan perceraian orang tua. Umumnya mereka tidak mau kembali ke rumah, kehidupan jalanan dan solidaritas sesama temannya telah menjadi ikatan mereka.
2. Anak-anak yang berhubungan tidak teratur dengan orang tua. Mereka adalah anak yang bekerja di jalanan (children on the street). Mereka seringkali diindentikan sebagai pekerja migran kota yang pulang tidak teratur kepada orang tuanya di kampung. Pada umumnya mereka bekerja dari pagi hingga sore hari seperti menyemir sepatu, pengasong, pengamen, tukang ojek payung, dan kuli panggul. Tempat tinggal mereka di lingkungan kumuh bersama dengan saudara atau teman-teman senasibnya.
3. Anak-anak yang berhubungan teratur dengan orang tuanya. Mereka tinggal dengan orang tuanya, beberapa jam dijalanan sebelum atau sesudah sekolah. Motivasi mereka ke jalan karena terbawa teman, belajar mandiri, membantu orang tua dan disuruh orang tua. Aktivitas usaha mereka yang paling menyolok adalah berjualan Koran.
4. Anak-anak jalanan yang berusia di atas 16 tahun. Mereka berada di jalanan untuk mencari kerja, atau masih labil suatu pekerjaan. Umumnya mereka telah lulus SD bahkan ada yang SLTP. Mereka biasanya kaum urban yang mengikuti orang dewasa (orang tua ataupun saudaranya) ke kota. Pekerjaan mereka biasanya mencuci bus, menyemir sepatu, membawa barang belanjaan (kuli panggul), pengasong, pengamen, pengemis dan pemulung.

C.    Indikator Anak Jalanan

Indikator Anak Jalanan yang dijelaskan oleh Departemen Sosial RI dan UNICEF dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
·         Adanya keinginan menghabiskan waktu untuk mencari nafkah
·         Adanya keinginan Berkeliaran di jalanan atau di tempat umum-umum lainnya
·         Adanya keinginan melepaskan diri dari keluarga
·         Adanya keinginan untuk keluar dari sekolah
·         Adanya keinginan untuk melepaskan diri dari lingkungan masyarakat terdekatnya



Daftar Pertanyaan
NO.
INDIKATOR
PERTANYAAN
1
Riwayat hidup / identitas siswa
·         Siapa nama lengkap kamu ?
·         Di mana asal daerah kamu ?
·         Siapa nama Orang Tua kamu?
·         Kamu lahir di mana ?
·         Berapa Tanggal lahir kamu ?
·         Berapa umur kamu sekarang ?  

2
Adanya keinginan menghabiskan waktu untuk mencari nafkah



·         Apakah sudah wajib untuk bertanggung jawab terhadap perekonomian keluarga?
·         Bagaimana cara mengatur waktu, jika kamu juga sekolah, tidak hanya sekedar mencari nafkah ?
·         Jika mencari nafkah menjadi kebutuhan utama. Dengan cara apa kamu memenuhi kebutuhan tersebut?


3
Adanya keinginan Berkeliaran di jalanan atau di tempat umum-umum lainnya


·         Dimana peran keluarga terhadap kamu ketika kamu berkeliaran di jalan?
·         Apakah kamu kurang mendapatkan perhatian/ kasih sayang dari orang tua ?
·         Bagaimana kamu lebih memilih berkeliaran di jalan/tempat umum bukan di rumah atau di sekolah ?

4
Adanya keinginan melepaskan diri dari keluarga


·         Apakah sebuah konflik dalam keluarga menjadi salah satu faktor kamu untuk melepas diri dari keluarga ?
·         Bagaimana rasa nyaman yang kamu rasakan ketika diberikan oleh kedua orang tua. Dengan cara apa rasa nyaman tersebut diberikan oleh kedua orang tuamu ?
·         Melepas diri dari keluarga itu merupakan keinginan pribadi kamu atau ada motif lain ?
5
Adanya keinginan untuk keluar dari sekolah

·         Kenapa kamu lebih memilih keluarga dari sekolah ?
·         Bagaimana orang tua memberikan motivasi terhadap kamu agar tetap sekolah ?
·         Apakah lingkungan di sekolah kamu tidak nyaman?


6
Adanya keinginan untuk melepaskan diri dari lingkungan masyarakat terdekatnya


·         Pergaulan menjadi faktor terbesar dalam suatu lingkungan, jika pada akhirnya kamu memilih untuk melepas diri dari lingkungan masyarakat. Apakah orang tua wajib melarang untuk kamu bergaul ?





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan jika anda yang ingin komentar, namun tolong gunakan bahasa yang sopan. Atau di kosongkan bila anda tidak ingin menampilkan pesan komentar.