UTS PSIKODIAGNOSTIK
Wawancara

Disusun oleh :
R.Tubagus
Rifki P.
Program
Studi Psikologi
FAKULTAS
ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS
ISLAM ’45 BEKASI
Tahun
2016
1. Jelaskan secara singkat tahapan/proses ketika anda
menyusun daftar pertanyaan untuk melakukan wawancara secara terstruktur dengan
tujuan menggali motivasi belajar Anak?
Jawaban :
Langkah-langkah dalam Wawancara terstruktur
1.
Menentukan topik
wawancara
Dalam
melakukan wawancara terhadap motivasi belajar anak harus terlebih dahulu
menentukan tujuan agar tidak keluar topik dalam proses wawancara.
2.
Menentukan
Nasarumber/responden.
Dalam melakukan
wawancara terhadap motivasi belajar anak maka objek pewancancara ialah anak. Dan
harus seizin dan sepengetahuan orang tuanya anak.
3.
Menyusun daftar
pertanyaan (dengan memperhatikan kelengkapan isi (5W + 1H) )
Dalam melakukan
wawancara hal terpenting ialah menyusun dan menyiapkan daftar pertanyaan denga
tujuan menggali informasi seakurat mungkin dan tidak keluar dari topik.
4.
Melakukan
wawancara dengan bahasa yang santun, baik, dan benar.
Dalam melakukan
wawancara terhadap anak maka diperlukan bahasa yang mudah dimengerti dan
dipahami anak.
5.
Mencatat
pokok-pokok informasi berdasarkan jawaban narasumber. (Dapat menggunakan alat
perekam sebagai alat bantu).
Dalam melakukan
wawancara terhadap anak. Dalam melakukan rangakaian proses tahapan wawancara
jawaban-jawaban nasumber perlu di catat.
6.
Menulis laporan
hasil wawancara.
Dalam melakukan wawancara terhadap anak.
Hasil akhir dari melakukan wawancara ialah menulis laporan hasil wawancara
dengan menulis laporan tersebut maka proses wawancara terhadap anak di nyatakan
selesai.
2.
Buat daftar
pertanyaan untuk melakukan wawancara dengan tujuan :
a.
Rekruitmen
pegawai (kasir) pasar swalayan
b.
Anak jalanan
Jawaban
:
a.
Rekruitmen
pegawai (kasir) pasar swalayan
A.
Definisi Rekrutmen
Menurut Henry Simamora (1997:212) Rekrutmen (Recruitment) adalah serangkaian aktivitas mencari dan memikat pelamar kerja dengan motivasi, kemampuan, keahlian, dan pengetahuan yang diperlukan guna menutupi kekurangan yang diidentifikasi dalam perencanaan kepegawaian.
Menurut Henry Simamora (1997:212) Rekrutmen (Recruitment) adalah serangkaian aktivitas mencari dan memikat pelamar kerja dengan motivasi, kemampuan, keahlian, dan pengetahuan yang diperlukan guna menutupi kekurangan yang diidentifikasi dalam perencanaan kepegawaian.
B.
TEORI PENGERTIAN KASIR
Kasir
adalah seseorang yang bisa mengoperasikan seperangkat komputer yang di tujukan
untuk menunjang sebuah transaksi penjualan. ada istilah kasir dan ada juga
istilah kassa keduanya mempunyai perbedaan dari pungsionalnya kalo kasir itu
adalah orangnya / user, sedangkan kassa adalah tempatnya. Profesi kasir adalah
seseorang yang pekerjaannya menerima uang pembayaran saat pembelian
produk barang atau jasa dan melakukan pengembalian uang sisa pembayaran,
sekaligus menyerahkan produk barang atau jasa kepada pelanggan (customer) di
loket-loket kasir di suatu toko, super market, mini market, hotel, mall,
restoran, rumah sakit, ataupun departement store. Selain itu, tugas kasir juga
melakukan penghitungan jumlah total penjualan per hari, per minggu,
ataupun per bulan serta mengenali barang yang paling laris terjual.
a. Tugas dan Tanggung Jawab Kasir :
1.
Menjalankan
proses penjualan dan pembayaran
2.
Melakukan
pencatatan atas semua transaksi
3.
Membantu
pelanggan dalam memberikan informasi mengenai suatu produk
4.
Melakukan proses
transaksi pelayanan jual beli serta melakukan pembungkusan.
5.
Melakukan
pengecekan atas jumlah barang pada saat penerimaan barang.
6.
Melakukan
pencatatan kas fisik serta melakukan pelaporan kepada atasan.
7.
Melakukan
pengecekan atas stok bulanan
b. Kewajiban
Khusus
Melakukan
penghitungan secara teliti agar tidak terjadi selisih antara produk dan uang
yang ada dengan laporan yang dibuat.
·
Melakukan
pembukuan dengan baik dan benar
·
Mampu
berkomunikasi dengan baik dan benar
·
Terampil dalam
melayani konsumen
·
Jujur dan andal,
tepat, jujur
·
Keterampilan
dalam berkomunikasi
C.
Indikator Rekrutmen Pegawai (Kasir)
Indikator
rekrutmen Pegawai (Kasir) yang dijelaskan oleh teori pengertian kasir dapat
diklasifikasikan sebagai berikut:
·
Mampu menjalankan proses penjualan dan
pembayaran
·
Mampu melakukan pencatatan atas semua
transaksi
·
Mampu membantu pelanggan dalam
memberikan informasi mengenai suatu produk
·
Mampu melakukan proses transaksi
pelayanan jual beli serta melakukan pembungkusan
·
Mampu melakukan pengecekan atas jumlah
barang pada saat penerimaan barang
·
Mampu melakukan pencatatan kas fisik
serta melakukan pelaporan kepada atasan
·
Mampu melakukan pengecekan atas stok
bulanan
Daftar Pertanyaan
|
NO.
|
INDIKATOR
|
PERTANYAAN
|
|
1
|
Riwayat hidup / identitas siswa
|
·
Siapa nama lengkap kamu ?
·
Di mana asal sekolah kamu ?
·
Apa jurusan kamu ?
·
Pernah berpengalaman menjadi
kasir ?
·
Pernah bekerja di mana ?
·
Punya sertifikat pendukung apa ?
·
Apa keahlian kamu yang kamu
kuasai ?
|
|
2
|
Mampu menjalankan proses penjualan dan
pembayaran
|
·
Apa kamu punya skill menjual
suatu barang kepada konsumen ?
·
Apa kamu bisa mengoperasikan
komputer untuk melakukan pembayaran kepada pelanggan ?
·
Apa kamu bisa menarik pelanggan
untuk membeli produk kita ? kalau bisa, tolong jelaskan bagaimana menarik
konsumen
?
·
Apa kamu memiliki pengetahuan
yang cukup terhadap barang kita, untuk menawarkan ke para konsumen ?
|
|
3
|
Mampu melakukan
pencatatan atas semua transaksi
|
·
Apa kamu bisa melakukan
pencatatan dengan baik di buku maupun di komputer ?
·
Apa kamu memiliki ketelitian dan
kosentrasi tinggi terhadap pencatatan?
·
Apa kamu bisa bertanggung jawab
atas semua pencatatan transaksi perusahaan kita ?
|
|
4
|
Mampu membantu pelanggan dalam
memberikan informasi mengenai suatu produk
|
·
Apa kamu memiliki komunikasi yang
baik ?
·
Apa kamu bisa mambantu konsumen
untuk menjelaskan suatu produk kita dengan baik ?
·
Apa kamu bisa menjelaskan
kelebihan dan kekurangan produk dari perusahaan kita? Kalau bisa, tolong
contohkan kepada saya bagaimana menjelaskannya?
|
|
5
|
Mampu melakukan
proses transaksi pelayanan jual beli serta melakukan pembungkusan
|
·
Apa kamu bisa melayani konsumen
dengan baik ketika bertransaksi ?
·
Apa kamu dapat melakukan
pembungkusan produk dengan rapi dan menarik di setiap transaksi ?
|
|
6
|
Mampu melakukan pengecekan atas
jumlah barang pada saat penerimaan barang
|
·
Apa kamu sanggup dan teliti
terhadap pengecekan sejumlah barang ?
·
Apa kamu bisa tetap
berkonsentrasi dalam mengecek barang jika datang penerimaan barang ke
perusahaan kita ?
|
|
7
|
Mampu melakukan pencatatan
kas fisik serta melakukan pelaporan kepada atasan
|
·
Apa kamu bisa melakukan
pencatataan kas fisik dengan baik ?
·
Apa kamu dapat berkomunikasi
dengan baik terhadap laporan yang akan kamu sampaikan ke pihak atasan kamu
nanti ?
|
|
8
|
Mampu melakukan pengecekan atas stok
bulanan
|
·
Apa kamu bisa melalukan
pengecekan barang atas stok bulanan di gudang perusahaan kita ?
·
Apa kamu dapat melakukan
pengecekan barang dengan baik di setiap bulannya ?
|
b. Anak jalanan
A.
LANDASAN TEORI
Anak Jalanan
Keberadaan
anak jalanan sudah lazim kelihatan pada kota - kota besar di Indonesia. Kepekaan masyarakat kepada mereka
nampaknya tidak begitu tajam. Padahal Anak merupakan karunia Ilahi dan amanah
yang dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia yang harus
dijunjung tinggi. Hak asasi anak merupakan
bagian dari hak asasi manusia sebagaimana yang tercantum dalam UUD 1945, UU No.39 tahun 1999 tentang Hak Asasi
Manusia, dan Keputusan Presiden Republik
Indonesia Nomor 36 tahun 1990 tentang pengesahan Convention on the right of the
child (Konvensi tentang Hak-hak Anak)
B.
Definisi Anak Jalanan
Departemen
sosial RI mendefinisikan anak jalanan adalah anak yang sebagian besar
menghabiskan waktunya untuk mencari nafkah, berkeliaran dijalanan atau
tempat-tempat umum lainnya. UNICEF memberikan batasan tentang anak jalanan, yaitu
anak-anak berumur dibawah 16 tahun yang sudah melepaskan diri dari keluarga,
sekolah dan lingkungan masyarakat terdekatnya, larut dalam kehidupan yang
berpindah-pindah dijalan raya (H.A Soedijar, 1988). Wikipedia mengelompokkan
anak jalanan berdasarkan hubungan mereka dengan keluarga, yaitu children on the
street dan children of the street. Pada perkembangannya terdapat penambahan
kategori anak jalanan, yaitu children in the street atau sering disebut juga
children from families of the street. Children on the street adalah anak-anak
yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan yang masih memiliki hubungan dengan
keluarga. Ada dua kelompok anak jalanan dalam kategori ini, yaitu anak-anak
yang tinggal bersama orangtuanya dan senantiasa pulang ke rumah setiap hari,
dan anak-anak yang melakukan kegiatan ekonomi dan tinggal di jalanan tetapi
masih mempertahankan hubungan dengan keluarga dengan cara pulang baik berkala
ataupun dengan jadwal yang tidak rutin. Children of the street adalah anak-anak
yang menghabiskan seluruh atau sebagian besar waktunya di jalanan dan tidak
memiliki hubungan atau ia memutuskan hubungan dengan orangtua atau keluarganya.
Children in the street atau children from the families of the street adalah
anak-anak yang menghabiskan seluruh waktunya di jalanan yang berasal dari
keluarga yang hidup atau tinggalnya juga di jalanan. Sedangkan menurut Yayasan
Kesejahteraan Anak Indonesia (1999) anak jalanan dibedakan menjadi 4 kelompok,
yaitu :
1.
Anak-anak yang tidak berhubungan lagi dengan orang tuanya (children of the
street). Mereka tinggal 24 jam di jalanan dan menggunakan semua fasilitas
jalanan sebagai ruang hidupnya. Hubungan dengan keluarga sudah terputus.
Kelompok anak ini disebabkan oleh factor social psikologis keluarga, mereka
mengalami kekerasan, penolakan, penyiksaan dan perceraian orang tua. Umumnya
mereka tidak mau kembali ke rumah, kehidupan jalanan dan solidaritas sesama
temannya telah menjadi ikatan mereka.
2.
Anak-anak yang berhubungan tidak teratur dengan orang tua. Mereka adalah anak
yang bekerja di jalanan (children on the street). Mereka seringkali
diindentikan sebagai pekerja migran kota yang pulang tidak teratur kepada orang
tuanya di kampung. Pada umumnya mereka bekerja dari pagi hingga sore hari
seperti menyemir sepatu, pengasong, pengamen, tukang ojek payung, dan kuli
panggul. Tempat tinggal mereka di lingkungan kumuh bersama dengan saudara atau
teman-teman senasibnya.
3.
Anak-anak yang berhubungan teratur dengan orang tuanya. Mereka tinggal dengan
orang tuanya, beberapa jam dijalanan sebelum atau sesudah sekolah. Motivasi
mereka ke jalan karena terbawa teman, belajar mandiri, membantu orang tua dan
disuruh orang tua. Aktivitas usaha mereka yang paling menyolok adalah berjualan
Koran.
4.
Anak-anak jalanan yang berusia di atas 16 tahun. Mereka berada di jalanan untuk
mencari kerja, atau masih labil suatu pekerjaan. Umumnya mereka telah lulus SD
bahkan ada yang SLTP. Mereka biasanya kaum urban yang mengikuti orang dewasa
(orang tua ataupun saudaranya) ke kota. Pekerjaan mereka biasanya mencuci bus,
menyemir sepatu, membawa barang belanjaan (kuli panggul), pengasong, pengamen,
pengemis dan pemulung.
C.
Indikator Anak Jalanan
Indikator Anak Jalanan
yang dijelaskan oleh Departemen Sosial RI dan UNICEF dapat diklasifikasikan
sebagai berikut:
·
Adanya keinginan
menghabiskan waktu untuk mencari nafkah
·
Adanya keinginan
Berkeliaran di jalanan atau di tempat umum-umum lainnya
·
Adanya keinginan
melepaskan diri dari keluarga
·
Adanya keinginan
untuk keluar dari sekolah
·
Adanya keinginan
untuk melepaskan diri dari lingkungan masyarakat terdekatnya
Daftar Pertanyaan
|
NO.
|
INDIKATOR
|
PERTANYAAN
|
|
1
|
Riwayat hidup / identitas siswa
|
·
Siapa nama lengkap kamu ?
·
Di mana asal daerah kamu ?
·
Siapa nama Orang Tua kamu?
·
Kamu lahir di mana ?
·
Berapa Tanggal lahir kamu ?
·
Berapa umur kamu sekarang ?
|
|
2
|
Adanya keinginan menghabiskan
waktu untuk mencari nafkah
|
·
Apakah sudah wajib untuk
bertanggung jawab terhadap perekonomian keluarga?
·
Bagaimana cara mengatur waktu,
jika kamu juga sekolah, tidak hanya sekedar mencari nafkah ?
·
Jika mencari nafkah menjadi
kebutuhan utama. Dengan cara apa kamu memenuhi kebutuhan tersebut?
|
|
3
|
Adanya
keinginan Berkeliaran di jalanan atau di tempat umum-umum lainnya
|
·
Dimana peran keluarga terhadap
kamu ketika kamu berkeliaran di jalan?
·
Apakah kamu kurang mendapatkan
perhatian/ kasih sayang dari orang tua ?
·
Bagaimana kamu lebih memilih
berkeliaran di jalan/tempat umum bukan di rumah atau di sekolah ?
|
|
4
|
Adanya keinginan melepaskan
diri dari keluarga
|
·
Apakah sebuah konflik dalam
keluarga menjadi salah satu faktor kamu untuk melepas diri dari keluarga ?
·
Bagaimana rasa nyaman yang kamu
rasakan ketika diberikan oleh kedua orang tua. Dengan cara apa rasa nyaman
tersebut diberikan oleh kedua orang tuamu ?
·
Melepas diri dari keluarga itu
merupakan keinginan pribadi kamu atau ada motif lain ?
|
|
5
|
Adanya
keinginan untuk keluar dari sekolah
|
·
Kenapa kamu lebih memilih
keluarga dari sekolah ?
·
Bagaimana orang tua memberikan
motivasi terhadap kamu agar tetap sekolah ?
·
Apakah lingkungan di sekolah kamu
tidak nyaman?
|
|
6
|
Adanya keinginan untuk
melepaskan diri dari lingkungan masyarakat terdekatnya
|
·
Pergaulan menjadi faktor terbesar
dalam suatu lingkungan, jika pada akhirnya kamu memilih untuk melepas diri
dari lingkungan masyarakat. Apakah orang tua wajib melarang untuk kamu
bergaul ?
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan jika anda yang ingin komentar, namun tolong gunakan bahasa yang sopan. Atau di kosongkan bila anda tidak ingin menampilkan pesan komentar.